Sabtu, 28 Januari 2012
sang waktu
teman bahagia ataupun duka
sang waktu akan membuktikan diterima atau tidaknya kita di dunia yang fana ini
hargai waktu dan manfaatkan waktu walau hanya sedetik pun
Senin, 16 Januari 2012
Tuhan Dalam Otak Manusia
Beberapa decade belakangan ini, para ilmuan telah berhasil mengungkap bagaimana manusia memiliki kecenderungan mistis-transendental dalam dirinya. Pada tahun 1990, Dr. Michael Persinger, seorang ahli Psikoneurologi Kanada telah berhasil membuktikan keberadaan pusat spiritual pada bagian otak manusia. Bagian otak tersebut berfungsi khusus untuk merespon ajaran moral keagamaan. Letaknya dalam Lobus Temporal atau pelipis.
Hasil penelitian ini dikuatkan denga hasil penelitian yang dilakukan oleh Dana Zohar dan Ian Marshal yang merumuskan tentang kecerdasan spiritual (Spiritual Intellegence). Penelitian keberadaan alam bawah sadar kognitif oleh Joseph De loux yang kemudian dikembangkan menjadi Kecerdasan Emosi (Emotional Intellegence). Oleh Daniel Goleman dan serta Robert Cooper dengan konsep suara hati. Semua penelitian ini mengarah pada bukti-bukti wujudnya seperangkat alat alami yang ditaruh dalam diri manusia yang membuatnya bergantung secara khusus dengan dunia ghaib dan alam spiritual keagamaan.
Prof. Sholeh, tokoh yang berhasil mengungkap kehebatan shalat tahajjud, menyatakan adalah mungkin dalam diri manusia terdapat hormon yang dapat membuat seseorang berkecenderungan untuk berketuhanan. Menurutnya, semua kecenderungan yang ada dalam diri manusia memiliki kaitan dengan hormone-hormon tertentu, sebagaimana hormon kecerdasan, hormon lapar, hormon haus dan hormon seks. Haya saja ia belum dapat menyatakan secara tegas karena hal itu membutuhkan penelitian lebih lanjut. Jika dugaanya ini benar dan hormon itu dapat diproduksi ulang, niscaya kita dapat membuat manusia menjadi makhluk shaleh yang tekun beribadah1.
Ibnu ‘Asyur, tokoh tafsir terkemuka, mengatakan bahwa karena kecenderungan yang berasal dari kekhasan biologis manusia ini, kalaupun manusia tidak berpikir dan tidak diajarkan akidah-akidah yang salah dan sesat, niscaya manusia dapat menemukan jalan petunjuk kepada pengesaan Tuhan. Ini tentu karena adanya watak yang sudah melekat tersebut dalam meafsirkan kata “Fitrah” dalam ayat
فأقم وجهك للدين حنيفا فطرت الله التى فطر الناس عليها لا تبديل لخلق الله ذالك الدين القيم ولاكن أكثر الناس لا يعلمون
“Maka hadapkanlah wajahmu dengan lurus kepada agama Allah, Fitrah Allah menciptakan manusia menurut fitrah itu. Tidak ada perubahan pada fitrah Allah. Itulah agama yang lurus tetapi kebanyakan manusia tidak mengetahui.” (Q.S Ar-Rum:30).
Ibnu ‘Asyur dengan mengutip informasi dari Ibnu ‘Athiyyah, mengatakan bahwa penafsiran yang dapat dipertanggung jawabkan adalah yang mengartikan fitrah sebagai bentuk penciptaan dan potensi yang terpendam dalam diri manusia yang dipersiapkan agar manusia dapat membedakan antara satu ciptaan Allah dari ciptaan lainnya dan dapat pula dipergunakan untuk mengambil petunjuk atas wujudnya Tuhan, dan untuk mengenal segala aturan-Nya. Namun tidak jarang potensi untuk mencari kebenaran ini mendapatrkan informasi yang salah dan menyesatkan dari lingkungan sekitarnya, yang kebanyakan tidak sesuai dengan akal pikiran dan fitrahnya sendiri. Dalam hal ini, kita dapat merujuk sabda Nabi SAW:
كل مولود يولد على الفطرة, فأبواه يهودانه أو ينصرانه أو يمجسانه
“Setiap anak dilahirkan sesuai dengan fitrahnya. Kedua orang tuanyalah yang menjadikan beragama Yahudi atau Nasrani atau Majusi.” (H.R. al-Bukhari, No 1316)
Disinilah, perlunya seorang utusan (rasul) memberikan penjelasan dan petunjuk yang benar mengenai tuntutan nalurinya, baik mengenai sifat-sifat ketuhanan, cara-cara beribadah, ataupun ajaran-ajaran moral yang sesuai dengan kehendak Tuhan.
Oleh karena dorongan ini bersifat esensial, manusiawi dan primer, sehingga secara naluri manusia tidak dapat melepaskan diri darinya, maka beragama (at-Tadayyun) atau agama (ad-Din) itu sendiri dimasukkan dalam rangkaian lima kebutuhan mendasar (adh-Daruriyah) manusia yang senantiasa mendapatkan perlindungan dari syariat. Dengan melihat begitu mendesaknya informasi tentang Tuhan, cara-cara beribadah, dan aturan moral, maka peran utusan menjadi sangat penting bagi umat manusiauntuk menjaga agar keberagaman manusia terjaga dari penyimpangan-penyimpangan.
Daftar Pustaka
- Imam Musbikin. 2008. Melogikakan Rukun Islam bagi Kesehatan Fisik dan Psikologis Manusia. Jogjakarta: DIVA Press.
Indikator
Kesejahteraan mahasiswa mestinya diangkat menjadi indikator keberhasilan pendidikan/pembelajaran di suatu perguruan tinggi. Kalau dengan sistem pendidikan yang ada sekarang ini mahasiswa menjadi tidak betah belajar, tidak nikmat berada di lingkungan kampus, mestinya ada sesuatu yang salah dalam sistem pendidikan/pembelajaran kita. Asumsi-asumsi yang melandasinya? Konsep-konsepnya? Atau, mungkin hanya pelaksanaannya? Kita mungkin perlu kembali melihat asumsi-asumsi tentang mahasiswa yang melandasi sistem pendidikan kita.
Asumsi-asumsi yang perlu dipatok sebagai landasan pengembangan konsep pemberdayaan belajar mahasiswa, yang pada gilirannya juga menjadi landasan praktek pendidikan di perguruan tinggi.
• Mahasiswa adalah makhluk yang bebas membentuk dirinya sendiri
• Mahasiswa adalah makhluk yang bermartabat
• Mahasiswa mampu mengontrol dirinya sendiri
• Mahasiswa adalah “si belajar” dengan karakteristiknya yang khas
Konsep pendidikan juga perlu ditinjau lagi. Secara sederhana kita sering mengungkapkan bahwa pendidikan dimaksudkan untuk menanamkan nilai yang kita anggap “baik” dalam diri mahasiswa. Kalau kita mengembangkan suatu konsep bahwa mahasiswa harus diberdayakan untuk belajar, maka konsep pendidikan seperti itu tidak cocok. Mahasiswa bukanlah ladang yang subur tempat orang dosen menanamkan pikirannya. Hubungan dosen dengan mahasiswa tidak dapat dilakukan seperti halnya hubungan seorang petani dengan ladangnya.
Konsepsi pemberdayaan belajar mahasiswa sangat penting untuk diimplementasi. Masa depan bangsa dan negara kita ada di tangan mereka, yang sekarang ini kita sebut sebagai Mahasiswa. Masa kini adalah masa kita, masa depan adalah masa mereka. Mereka akan mampu melanjutkan membangun bangsa ini, sebagaimana yang dapat kita lakukan sekarang, kalau mereka menyiapkan diri untuk mengambil peran itu –bukan disiapkan.
Masih banyak fenomena pendidikan/pembelajaran lainnya yang sekarang ini terjadi tanpa disadari mengapa itu dilakukan. Upaya-upaya untuk memperbaikinya juga tidak mudah dilaksanaakan — ibarat sebagai penyakit keturunan amat sukar disembuhkan. Bagaimanapun juga, untuk memperbaiki penyelenggaraan pendidikan/pembelajaran di perguruan tinggi membutuhkan informasi yang memadai tentang karakteristik belajar mahasiswa dan bagaimana menata lingkungan agar mahasiswa dapat belajar dengan caranya yang terbaik.
Salah satu karakteristik mahasiswa, terutama mahasiswa-mahasiswa yang termasuk berbakat, adalah kebutuhan akan kebebasan dalam melakukan kontrol diri. Fenomena-fenomena pendidikan di atas nyata sekali membatasi kebebasan mahasiswa untuk bertindak kreatif-produktif. Hampir semua perilaku dikontrol oleh kondisi atau sistem yang berada di luar diri mahasiswa sehingga yang terbentuk nantinya adalah mahasiswa-mahasiswa yang “manis” dan “patuh” pada kehendak lingkungan. Secara khusus, meskipun keinginan belajar, cara belajar, dan hal-hal lain yang terkait dengan pemberdayaan belajar mahasiswa banyak tergantung pada pembawaan, namun sejauh mana belajar itu benar-benar terjadi dalam diri mahasiswa tergantung pula pada kondisi lingkungannya.
Banyak mahasiswa yang memiliki potensi belajar tinggi (terutama pada mahasiswa berbakat) tidak dapat menunjukkan keunggulannya karena lingkungannya secara sistematik dan sistemik menghambat pertumbuhan belajarnya. Oleh karena itu, siapapun dia, apabila berniat memberdayakan belajar mahasiswa tatalah lingkungan belajar agar mahasiswa bebas dalam menikmati dunia belajar yang sesungguhnya. Perguruan tinggi dewasa ini kurang mampu menampilkan diri dalam upaya menjawab tantangan ini.
Di berbagai perguruan tinggi, sangat mudah ditemukan fenomena-fenomena yang secara sistematik dapat menghancurkan gairah belajar mahasiswa. Perguruan tinggi tidak dirancang dengan baik untuk menumbuhkan pribadi-pribadi unggul yang nantinya benar-benar mampu hidup di era baru.
Mengajar Kecakapan Bekerjasama Kepada Siswa
Sebagaimana kita dapat menunjukkan bagaimana membuat surat, mengeja sebuah kata atau membubuhkan tanda baca dalam sebuah kalimat, maka kecakapan bekerjasama juga dapat diajarkan secara cermat. Kita seringkali menganggap (dengan keliru) bahwa anak-anak tahu apa saja yang meliputi dalam kegiatan bekerjasama ketika kita menganjurkan mereka ‘Masuk ke dalam kelompok dan bangun sebuah menara dengan blok’ atau ‘Dalam sebuah kelompok kecil susun jalan terbaik untuk mengukur lapangan bermain.
Pengamatan pada anak-anak seringkali mengungkapkan satu atau dua anak cakap dalam mengerjakan tugas ketika yang lainnya menjadi ‘pengikut’, terkadang hanya melihat atau sebaliknya ber-ikut serta. ‘Pengikut’ akan beruntung karena belajar bagaimana berkontribusi dalam kelompok. Anak yang cakap, sama halnya dengan yang lain, butuh untuk mengembangkan keterampilan sosial yang memungkinkan mereka untuk masuk dan terlibat dengan lainnya.
Seperti yang telah kita sebutkan dalam Bab 2 kecakapan untuk bekerja secara kooperatip secara berpasangan atau berkelompok dapat diajarkan dengan cara membuat kecakapan bekerjasama tampak jelas, praktek kecakapan bekerjasama dan memberikan umpan balik. Tiga komponen ini dapat terjadi setiap hari. Beberapa guru menyisihkan 15 menit setiap hari untuk mempertunjukkan sebuah kecakapan khusus dan kemudian menyuruh anak-anak untuk mempraktekkannya. Guru lainnya telah menjual ide pengetahuan bekerjasama dan berencana menjualnya hingga 75 sen dalam setiap sehari bersekolah sebagai kegiatan berpasangan atau berkelompok dimana kecakapan bekerjasama diajarkan, dipraktekkan dan diawasi.
Berikut ini anjuran pada bagaimana kecakapan bekerjasama dapat menjadi nampak jelas, dipraktekkan dan umpan balik diberikan pada sebuah kelompok didasarkan pada karya penting Johnson, Johnson dan Holubec (1986).
MEMBINA KECAKAPAN NAMPAK JELAS
Dimulai dengan menanyakan pada anak-anak apa yang mereka lakukan ketika mereka bekerjasama. Daftar ide mereka pada sebuah tabel dan tambahkan ke dalamnya jika ada usulan yang datang lagi dan lagi. Untuk kecakapan ini dan kecakapan bekerjasama yang lainnya nampak jelas, kita dapat menunjukkan contoh-contoh dari kecakapan bekerjasama dengan tindakan, gunakan permainan peranan, membaca atau menceritakan cerita dari kesusasteraan dan tambahkan tabel T. Strategi mengajar ini sekarang akan didiskusikan lebih detil.
MEMBERI CONTOH DENGAN TINDAKAN
Mempertunjukkan kecakapan bekerjasama dengan tindakan dalam dunia bisnis, komite sekolah dan perundingan politik di seluruh dunia dapat disusun. Anjuran berikut ini menggambarkan tentang kecakapan bekerjasama untuk memulai kelompok, bekerja secara berkelompok, memecahkan masalah dan mengatur perbedaan.
- Undang tamu pembicara yang mengandalkan kecakapan bekerjasama dalam melakukan pekerjaannya, misalnya ketua dewan sekolah, wartawan koran, pengemudi taksi, pelayan supermarket, dll.
- Gunakan naskah sandiwara yang dibuat secara komersial atau, lebih baik lagi, menciptakan permainan anda sendiri tentang kerjasama keluarga.
- Analisa tabel atau diagram yang menunjukkan hubungan antara anggota kelompok kerjasama.
Peranan perekam dalam kelompok dapat dijelaskan lebih dahulu dengan mendiskusikan sebuah gambar dari aksi komite masyarakat dengan sebuah alat perekam atau aksi wartawan parlementer/wartawan pengadilan. Kemudian penyajian sebuah daftar tugas perekam dapat diilhamkan pada sebuah tabel untuk diikuti oleh kelompok perekam yang akan datang. Kerumitan dari tiap-tiap peranan dan mempraktekkan kecakapan bekerjasama bergantung pada umur dan pengalaman anak.
PERMAINAN PERANAN
Memulai permainan peranan dapat terjadi secara spontan. Sebagai contoh, setelah anak-anak bekerja secara kelompok dan memperoleh pengalaman yang sukar dalam bekerjasama guru dapat meminta kelompok untuk mencoba lagi sebuah kegiatan khusus. Murid lainnya di kelas dapat melihat, duduk dalam sebuah lingkaran atau dalam bentuk mangkuk ikan, dan beri umpan balik pada keefektifan dari kecakapan bekerjasama. Kelompok kemudian dapat mencobanya lagi, mempertimbangkan kembali usulan dari kelas.
Sebagian besar guru mendapati bahwa permainan peranan adalah sebuah tehnik mengajar yang sangat bagus, terutama ketika mereka berpartisipasi secara sukarela. Menggunakan kecakapan memulai kelompok secara bergiliran, sebagai contohnya. Anak-anak di kelas 1 tidak akan berbagi giliran jadi guru duduk di lantai dengan sebuah kelompok dari dua pengambil giliran yang cakap ketika mereka berdiskusi tentang apa yang mereka lakukan selama liburan. Guru, dengan dua anak lainnya, berlatih mengambil giliran dalam sebuah pola mangkuk ikan emas (goldfish) dengan pemain peran di tengah dan sisanya dalam sebuah bentuk setengah lingkaran yang besar, memperhatikan. Sisa kelas ditumpukan pada kelompok permainan peranan yang kecil. Mereka suka melihat guru sebagai anggota kelompok dan melihat dan memecahkan bagaimana seseorang itu mengambil keputusan tentang mengambil giliran.
Menuliskan kecakapan ‘mengambil giliran’ pada papan tulis memberikan petunjuk pada anak-anak dalam kecakapan khusus yang sedang dipraktekkan. Sebuah daftar dari mengamati tingkah laku anak-anak dapat kemudian ditulis setelah itu. Kita menemukan bahwa membatasi kecakapan menjadi satu untuk setiap permainan peranan dapat memfokuskan perhatian anak pada kecakapan khusus adalah yang terbaik.
MENDISKUSIKAN CERITA
Teoritikus sastra Louise Rosenblatt dan pembaca teoritikus seperti Margaret Meek (1982) dan Frank Smith (1978) mengakui bahwa sastra menyediakan pengalaman yang mirip untuk anak-anak dan serupa orang dewasa.
Meskipun banyak buku-buku didasarkan pada tema orang yang cerdik dan keberanian memenangi kesengsaraan, buku-buku sekarang ini lebih dan lebih banyak lagi berhubungan dengan bekerjasama. Karakter-karakter yang membantu sesama untuk mencapai keberhasilan dalam buku-buku seperti Space Demons dan Skymaze yang dikarang oleh Gillian Rubinstein, dimana anak-anak membaca yang kemudian kelompok dapat mencapai hasil lebih daripada secara perorangan.
Di dalam buku bergambar Swimmy oleh Leo Lionni seekor ikan kecil bergabung dengan ikan kecil lainnya untuk membuat bentuk ikan yang sangat besar untuk mengalahkan seekor hiu yang mengancam. Pertanyaan yang cermat dapat menolong menunjukkan kepada anak-anak arah karakter dalam buku-buku tentang kerjasama ini, membuat keputusan dan memecahkan konflik.
Ketika Usia Kita Makin dewasa
“Ya Tuhanku, berilah aku ilham untuk mensyukuri nikmat-Mu yang telah Engkau anugerahkan kepadaku dan kepada ibu-bapakku, serta untuk mengerjakan amal sholeh yang Engkau ridhoi, berilah kebaikan kepadaku dengan memberi kebaikan kepada anak-cucuku. Sungguh aku bertobat kepada-Mu, dan sesungguhnya aku termasuk golongan orang-orang yang berserah diri..” al-Ahqaf (QS 46:15)
Ayat di atas adalah do’a kesadaran akan hakikat hidup yang diajarkan Allah kepada manusia bila mencapai umur 40-an tahun.
Inilah do’a sarat makna yang penuh keterbukaan dan kesadaran akan peran masa lalu (orang tua), masa kini (diri kita sendiri), dan harapan masa depan (anak-cucu). Inilah do’a keselamatan setelah menjalani hidup hingga cukup bekal pengalaman serta berkesempatan untuk menata ulang setelah melihat tantangan proyeksi dirinya di masa depan. Inilah do’a penuh permohonan, penuh kesyukuran, dan penuh pertobatan yang perlu dilantunkan secara khusyuk, intim, dan sepenuh jiwa oleh siapa pun yang punya kesadaran akan umur, posisi, peran, peluang, serta hakikat kehidupannya.
Sungguh ketika seseorang menapaki usia yang ke-40 telah sampailah ia pada fase kearifan hidup. Puncak fase fisik sudah dilampauinya, simpang jalan kehidupan sudah diketahuinya, derita dan bahagia sudah dialaminya, serta jalur, rambu, dan lapis-lapis kehidupan sudah transparan bagi mata batinnya. Pada usia ini, seseorang sudah bisa mengukur secara tepat kekuatan dan kelemahan dirinya, tinggallah kemudian mana pilihan jalan yang akan diteruskanya. Persoalan kehidupan sudah semakin kelihatan berat dan bukan lagi fase fisik, bukan lagi fase coba-coba, melainkan fase kearifan hidup.
Ahli tafsir ada yang menyebutkan bahwa do’a seperti pada ayat di atas diucapkan oleh Abu Bakar As-Shidiq ra ketika kedua orangtuanya menyatakan masuk Islam. Dan, do’a itu masih dilantunkannya setiap hari hingga seluruh anggota keluarga Abu Bakar yang lain masuk Islam. Sedangkan oleh Talhah bin Masyraf kepada Abu Ma’syar ketika dia mengadukan kenakalan anaknya agar anaknya menjadi orang-orang sholeh dan sholehah.
Dua kata kunci pada do’a ini adalah ‘syukur’ dan ‘taubat’. Hakikat syukur adalah penegasan pengakuan diri akan nikmat yang telah diterimanya serta ungkapan rasa terima kasih kepada Allah atas segala kebaikan-Nya. Sementara inti tobat adalah saling ‘berbuat kebaikan’ antara manusia dengan Allah. Dimulai dari manusia yang ‘berbuat kebaikan’ dengan penyesalan kemudian dibalas oleh Allah ‘berbuat kebaikan’ dengan pengampunan dan pemberian rahmat-Nya serta manusia bertobat lantas Allah mengampuninya. Inilah hubungan mesra dan bermakna hakiki antara mahluk dan kholik.
Di zaman yang serba mengkhawatirkan seperti sekarang ini, ketika tantangan dan godaan hidup tidak lagi ringan, sudah selayaknya kita lakukan ikhtiar batin dengan berdo’a dan munajat selain ikhtiar lahir dengan fisik dan pikiran.
Insya Allah dengan laku syukur dan laku taubat, seluruh keluarga kita bisa selamat meniti jalan kehidupan, menapak duniawi sehingga bisa mencapai khusunul khotimah. Amin.
Pada akhirnya, mari bersama kita renungkan perjalanan kita di persinggahan ini. Hari berganti hari. Berganti hari, berarti kian dekat pada saat akhir hidup kita. Di dunia ini kita hanya mampir. Bukankah sudah banyak orang yang hidup sebelum kita, yang kini mereka kembali ke asal, menjadi tulang belulang.
Di depan kita, sudah banyak generasi muda yang kini hidup untuk menggantikan kita. Lalu kita mau ke mana, mau ke mana, kita pasti mati, mati adalah tempat mutasi kita yang terakhir. Kita pasti akan mempertanggungjawab kan apa yang telah kita lakukan. Sebanyak apa pun harta yang kita miliki tak akan bisa menolak kematian kita. Sehebat apa pun kekuasaan yang kita genggam, tak akan bisa menghalau kematian walau satu detik, walau kita kuat dan perkasa.
Keajaiban Sayap Lalat
Salah satu Hadits Rasulullah SAW yang memicu kntroversi dan polemik panjang adalah hadits tentang lalat. Bahkan musuh-musuh Islam memanfaatkan polemik seputar hadits ini untuk melemahkan aqidah Islam. Dalam Hadits tersebut beliau mengungkap sebuah fakta, bahwa di dalam salah satu sayap lalat terdapat racun dan di sayap lainnya terdapat penawarnya. Andaikata ada lalat yang jatuh ke dalam gelas minuman, cukup mencelupkan sisi sayap yang belum terendam air untuk menetralkan racunnya. Setelah lalat itu dibuang, air bisa diminum tanpa menimbulkan efek samping. Dalam Hadits Nabi dikatakan:
إذا وقع الذباب فى شراب أحدكم فليغمسه ثم لينزعه فإن فى إحدى جناحيه داء والأخرى شفاء (رواه البخارى)
“Ketika ada seekor lalat jatuh ke dalam minuman salah satu di antara kalian, maka hendaknya ia mencelupkannya, kemudian mengangkatnya. Karena, di dalam salah satu sayap lalat itu, terdapat penyakit dan pada bagian yang lain terdapat peawarnya (H.R Bukhari No 3142)
Pro Kontra Hadits Lalat
Sekilas, fakta yang diungkap hadits di atas sulit dicari basis kerasionalannya. Bagaimana mungkin sepasang sayap kecil mengandung racun dan obat? Dari mana lalat bisa mengetahui kalau dia jatuh ke dalam air mendahulukan terendamnya sayap yang mengandung penyakit dan menyelamatkan sayap yang lain? Minuman yang kemasukan lalat, seharusnya tidak layak untuk dikonsumsi lagi. Di mulut dan kakinya tentu terdapat berbagai macam kotoran dan kuman, melihat kebiasaan hewan tersebut berkerumun dan hinggap di atas sampah dan kotoran. Masih ditambah dengan analisa kedokteran bahwa lalat merupakan serangga pembawa sekaligus penyebar hama penyakit. Di antaranya adalah Basil Kolera, Tifus dan Disentri.
Masalah ini menjadi isu sentral di kalangan umat Islam. Sebagian cendekiawan muslim meragukan kebenaran riwayat hadits tersebut. Yang mengejutkan, tokoh-tokoh Islam yang dikenal dengan kegigihannya membela Islam dari tuduhan orientalis, seperti Syaikh Muhammad al-Ghazali, Mahmud Syaltut, Mustafa al-Maraghi, dan Yusuf Qhardawi termasuk dalam golongan ini. Bahkan, ada cendekiawan muslim yang berani mengkategorikan hadits tentang lalat, meskipun hadits ini diriwayatkan oleh Imam al-Bukhari sebagai hadits Dhaif karena isi matannya bertentangan dengan ilmu pengetahuan. Inilah yang mereka istilahkan dengan kritik matan. Artinya, sebuah hadits meskipun transmisi sanadnya valid, namun matannya bertolak belakang dengan al-Qur’an, logika atau realitas ilmiah, maka hadits tersebut tertolak. Dengan metode ini, hadits-hadits yang sudah berabad-abad dianggap shahih bisa berubah statusnya.
Sebagian lagi menilai kedha’ifan hadits dari kapasitas perawinya. Mereka meragukan kredibilitas Abu Hurairah sebagai seorang perawi hadits. Fakta sejarah menyebutkan bahwa beliau baru masuk Islam di usia 30 tahun. Sebuah usia yang tidak muda lagi, apalagi untuk urusan mengingat. Abu Hurairah juga dicurigai memalsukan hadits-haditsnya. Beliau hanya tiga tahun hidup bersama Rasulullah SAW, tapi mampu meriwayatkan 3000 hadits. Bandingkan dengan Abu Bakar dan Umar yang lebih lama mendampingi Rasul dan hanya meriwayatkan ratusan hadits. Kalangan Syi’ah bahkan menolak semua hadits-hadits yang diriwayatkan oleh Abu Hurairah karena meragukan tingkat akurasinya sebagai perawi yang Dhabit (Kuat).
Tapi Ingat!!! Kita jangan terjebak pada masalah keragu-raguan sebagian umat muslim terhadap kredibilitas Abu Hurairah……Bersambung dulu ya,,,,mau ujian hehehe….
Hukum Melafadzkan Niat
- A. Pendahuluan
- 1. Latar Belakang
Selaku umat islam, tentu sudah diketahui bahwa niat sangat penting dalam menjalankan setiap peribadatan kepada Allah SWT , amal ibadah hamba akan bernilai disisi Allah lantaran niat yang benar, dan betapa besar amal seseorang tidak bernilai disisi-Nya dikarenakan niat yang salah.
Oleh karena itu, setiap amalan seorang hamba akan ditentukan oleh niatnya. Hal ini sebagaimana yang disebutkan Rasulullah SWT dalam haditsnya yang telah masyhur dikalangan kaum muslimin yaitu hadits yang diriwayatkan dari Umar bin Khattab r.a.
سمعت رسول الله قال: إنما الأعمال بالنيات و إنما لكل امرئ ما نوى
“Saya mendengar Rasulullah SAW bersabda, bahwasanya segala perbuatan diawali dengan niat, dan sesungguhnya setiap perbuatan manusia tergantung pada niatnya”
Niat merupakan bentuk ibadah Qalbiyah yang sangat penting. Sehingga mempunyai peringkat pertama sebelum melakukan aktifitas ibadah. Benar dan tidaknya sebuah ibadah atau perbuatan ditentukan oleh niatnya.
Namun saat ini, banyak kita temukan kaum muslimin ketika ingin melaksanakan suatu peribadatan, khususnya shalat melafadzkan niat sampai terdengar oleh orang yang berada disampingnya. Kemudian muncul pertanyaan, apakah dibenarkan melafadzkan niat seperti itu? Pernahkah Rasulullah SAW mencontohkan yang demikian itu?
Oleh sebab itu, dalam makalah ini akan dibahas beberapa hal yang berkaitan dengan permasalah yang telah disebutkan di atas.
- 2. Pengertian
Niat secara bahasa adalah al-Qosdu (menyengaja) terhadap sesuatu dan kemauan hati kepadanya. Sedangkan menurut istilah, syar’I, niat adalah kemauan hati atas perbuatan, baik perbuatan fardhu maupun selainnya.
Imam Nawawi memberikan definisi bahwa niat adalah bermaksud melakukan sesuatu dan bertekad bulat untuk mengaerjakannya. (Mawahidu al-Jalil, 2/230 dan Faidhu al-Qadir, 1/30).
Sedangkan al-Khattabi mengatakan, “niat adalah bermaksud untuk mengerjakan sesuatu dengan hati dan menjauhkan pilihan untuk melakukan hal tersebut.” (Syarah al-Aini untuk shahih Bukhari).
Ada juga ulama yang mendefinisikan niat dengan ikhlash. Hal ini bisa diterima karena terkadang makna niat adalah bermaksud untuk melakukan suatu ibadah. Dan terkadang pula maknanya adalah ikhlash dalam menjalankan suatu ibadah.
- B. Permasalahan
Sebagaimana yang telah penulis paparkan sebelumnya dalam pendahuluan, bahwa saat ini, terjadi perbedaan pendapat diantara umat islam khususnya para ulama’ berkaitan dengan niat, oleh sebab itu, permasalahan yang akan dibahas dalam makalah ini adalah sebagai berikut:
- Bagaiamana hukum melafadzkan niat secara jahr (keras)?
- Bagaiaman hukum melafadzkan niat secara sir (pelan-pelan)?
- Apakah ada lafadz khusus dalam niat?
- C. Pembahasan Tema dalam Buku Paket
Dari beberapa buku paket yang penulis temui tidak ada satupun bab yang membahas tentang melafadzkan niat. Adapun bab yang membahas tentang ibadah (puasa, shalat, wudhu ) dan sebagainya pembahasan tersebut langsung masuk kedalam pokok bahasn itu sendiri ( tata cara, doa, rukun-rukun, dan sebagainya). Sehingga niat itu dimasukkan kedalam pembahsan pokok bab tersebut. Sebagai contoh dalam rukun wudhu di dahului dengan niat, dan pembahasannya hanya sebatas itu saja tidak di jelaskan secara khusus dan mendalam. Sehingga alangkah lebih baiknya pembahasan niat itu harus lebih mendalam lagi.
- D. Pendapat Ulama’
Dalam sub bab ini, akan dipaparkan beberapa pendapat ulama’ berkaitan dengan niat, yaitu sebagai berikut:
- Melafadzkan niat secara keras (Jahr).
Syaikh Salim al-hilali berpendapat bahwa “letak niat adalah hati bukan lisan dan hal ini merupakan kesepakatan seluruh ulama’ serta berlaku untuk seluruh ibadah baik bersuci, shalat, zakat, puasa, haji dan lain-lain.” (Bahjatun Nadzim, 1/32).
Nadzim Muhammad Sulthan mengatakan, “mengucapkan niat dengan suara keras adalah kreasi dalam agama dan satu perbuatan yang dinilai munkar karena hal tersebut tidak terdapat dalam al-Qur’an dan hadits Nabi.” (Qawaid wa Fawaid min al-Arbain an-Nawawiyah, 31).
Jamaluddin Abu Rabi’ Sulaiman bin Umar (syafi’iyah) berpendapat bahwa, “Mengucapkan niat dengan suara keras dan juga membaca al-fatihah atau surat dengan suara keras dibelakang Imam bukanlah termasuk sunnah Nabi bahkan hukumnya makruh, jika dengan perbuatan tersebut jama’ah shalat yang lain terganggu, maka hukumnya berubah menjadi haram.” (Al-A’lam, 3/194).
Abu Abdillah Muhammad bin al-Qasim (Malikiyah) mengatakan, “Niat merupakan perbuatan hati, mengucapkan niat dengan suara keras adalah bid’ah disamping mengganggu orang lain.” (Majmu’ ar-Risalah al-Kubra, 1/157-254).
Syaikh Masyhur al-Salman mengatakan, “demikian pula mengucapkan niat dengan suara pelan tidaklah diwajibkan menurut Imam Madzhab yang empat dan para ulama’ yang lainnya. Tidak ada seorang ulama’ pun yang mewajibkan hal tersebut, baik dalam berwudhu, shalat ataupun berpuasa.” (al-Qoul al-Mubin, 96).
- Melafadzkan niat secara pelan (Sir). (dikutip dari www.ustsarwat.com)
Madzhab Syafi’iyah pada umunya berpendapat bahwa melafadzkan niat (pelan-pelan) tidak mengapa, sebab hal itu membantu hati. Namun mereka juga sepakat bahwa tanpa melafadzkan niat pun ibadah seseorang tetap sah dan diterima oleh Allah SWT secara hukum.
Madzhab Malikiyah pada umumnya mengatakan bahwa melafadzkan niat menyalahi yang utama (artinya lebih baik tidak dilafadzkan), kecuali bagi mereka yang was-was justru hukumnya mandub (sunnah) agar rasa was-was itu hilang.
Sedangkan madzhab Hanafiyah terbagi menjadi dua pendapat, sebagian dari mereka mengatakan hukum melafadzkan niat itu bid’ah, namun sebagian yang lain mengatakan hukumnya jaiz atau boleh.
Ibnu taimiyah berpendapat bahwa niat untuk berthaharah, wudhu, shalat dan lainnya sama sekali tidak membutuhkan pelafazhan niat, karena tempat niat itu di hati bukan lisan.
- E. Analisis Materi
Permasalahan niat, termasuk dalam kategori ibadah, pada dasarnya ibadah itu haram kecuali ada dalil yang memerintahkannya, sebagaimana dalam kaidah Fiqh
الأصل فى العبادة حرام إلا ما دل الدليل على خلافه
Artinya, “Pada dasarnya, ibadah itu haram, kecuali ada dalil yang menyelisihinya (memerintahkannya).
Sedangkan niat itu sendiri memang memiliki dalil yang menunjukan bahwa niat memang wajib dilakukan dan menjadi penentu apakah diterima atau tidaknya amal ibadah seorang hamba. Sebagaimana Sabda Nabi Muhamad SAW:
سمعت رسول الله قال: إنما الأعمال بالنيات و إنما لكل امرئ ما نوى
“Saya mendengar Rasulullah SAW bersabda, bahwasanya segala perbuatan diawali dengan niat, dan sesungguhnya setiap perbuatan manusia tergantung pada niatnya”
Akan tetapi yang menjadi permasalahan adalah apakah ada lafadz tertentu dalam berniat ataupun membacanya harus secara keras (Jahr) atau pelan (sir), sebagaimana di jelaskan di atas ada beberapa pendapat dari ulama yang antara satu sama yang lainnya berbeda, yaitu sebagai berikut:
- Melafadzkan niat secara keras (Jahr)
Melafadzkan niat secara keras (Iahr) tidak ada perbedaan pendapat baik itu dari kalangan Syfi’iyah, malikiyah, Hanabilah dan Hanafiyah. Semuanya berpendapat bahwa melafadzkan niat secara keras tidak termasuk sunnah apalagi wajib karena Rasulullah SAW tidak pernah mencontohkannya. Bahkan dianggap sebagai kreasi dalam agama atau sering disebut sebagai bid’ah.
- Melafadzkan niat secara pelan-pelan (Sir)
Melafadzkan niat secara pelan-pelan (Sir) terdapat prbedaan pendapat dari kalangan ulama’, dari empat madzhab pada umumya tidak ada yang mewajibkan untuk melafadzkan niat, bahkan sebagian ulama’ yang bermadzhab Hanafiyah mengatakan bahwa melafadzkan niat itu bid’ah.
Sedangkan Malikiyah mengatakan bahwa melafadzkan niat adalah menyalahi yang utama artinya lebih baik ditinggalkan, namun bagi mereka yang selalu muncul dalam hatinya keraguan (apakah dia sudah berniat atau belum), maka tidak mengapa melafadzkan niat untuk membantu hatinya.
Madzhab Syafi’iyah umumnya mengatakan bahwa tidak mengapa melafdzkan niat. Namun Ibnu Taimiyah mengatakan bahwa niat tidak memerlukan pelafazan niat, karena tempat niat itu adalah di hati bukan di lisan.
Dari pendapat ulama’ di atas, kemudian penulis berpegang pada pendapat Ibnu Taimiyah, bahwa niat tidak membutuhkan pelafazan sebab niat tempatnya adalah di dalam hati bukan di lisan,
Namun bagaimana dengan pendapat Malikiyah yang mengatakan bahwa tidak mengapa bagi orang yang sering muncul keraguan dalam hatinya apakah dia sudah berniat atau belum, menurut penulis alasan ini tidak terlalu kuat untuk dijadikan sebagai alasan untuk melafadzkan niat sebab ketika seseorang akan melakukan sesuatu pasti sudah terbersit dalam hatinya niat untuk melakukan sesuatu tersebut, contoh ketika akan melakukan shalat pasti sudah ada dalam hati kita msing-masing niat melakukan shalat tersebut.
Kemudian bagaimana pendapat ulama’ yang bermadzhab Syafi’iyah?, ulama’ Syfai’iyah pada umunya mengatakan melafadzkan niat jaiz atau dibolehkan, namun pendapat syafi’iyah ini ternyata terdapat kerancuan, sebab terjadi miss communication antara para pengikut imam Syafi’I dengan imamnya sendiri yang tidak lain adalah Imam Syafi’I, para pengikut Imam Syafi’I mengatakan bahwa Imam Syafi’I mengatakan “Harus mengucapkan dalam permulaan Shalat”, para pengikutnya kemudian memahami bahwa yang dimaksud oleh Imam Syafi’I adalah niat, padahal sebenarnya yang dikehendaki oleh beliau adalah takbiratul ihram, ini dikemukakan oleh Syaikh Islam Ibnu Taimiyah dalam Majmu’ Fatwanya. Hal yang selaras pun dikemukakan oleh Imam Nawawi dalam buku al-Ittiba’, 62.
- Apakah ada lafadz khusus dalam niat?
Dari berbagai macam pendapat ulama’ tentang niat tidak ada satupun yang membahas tentang lafadz khusus yang diucapkan ketika niat, baik dari kalangan ulama’ empat madzhab. meskipun terdapat perbedaan pendapat dalam melafadzkan niat secara pelan (Sir), namun tidak ada satupun yang menetapkan lafadz khusus dalam niat, Rasulullah SAW juga tidak pernah mencontohkan melafadzkan niat apalagi mencontohkan lafadz khusus, akan tetapi Rasulullah SAW mengajarkan A’rabi yang tidak benar cara shalatnya dengan sabdanya yang diriwayatkan oleh Abau Hurairah r.a:
إِذَا قُمْتَ إِلَى الصَّلاَةِ فَكَبِّرْ
Artinya: “jika kamu bangkit (berdiri) untuk shalat maka bertakbirlah (takbiratul ihram) (muttafaq ‘Alaih).
Rasulullah SAW tidak memerintahkan untuk melakukan sesuatu ketika hendak melaksanakan shalat, artinya memang tidak ada tuntunan untuk melafadzkan niat bahkan tuntunan untuk mengucapkan lafadz khusus ketika niat. Akan tetapi lafal niat yang masyhur dikalangan masyarakat adalah sebagai berikut:
أصلى فرض (الظهر أربع ركعات) فرضا لله تعالى atau
أصلى فرض (الظهرأربع ركعات) مستقبل القبلة أداء (مأموما/إماما) لله تعالى
- Kesimpulan
Dari pemaparan di atas dan melihat pendapat para ulama kami menyimpulkan dan menganalisa bahwa hukum melafadzkan niat adalah mubah, artinya boleh diucapkan ketika akan melaksanakan shalat, selama tidak muncul pemahaman bahwa jika tidak mengucapkan lafal ta’yin tersebut maka shalatnya batal/tidak sah. Sebab pelfadzan niat itu dilakukan ketika akan melaksanakan shalat, sedangkan ibadah shalat itu dimulai dari takbiratul ihram dan diakhiri dengan salam. Artinya sah-sah saja melakukan sesuatu sebelum ibadah shalat dimulai, karena niat tidak termasuk dalam shalat.
Daftar Pustaka
- 1. Al-Fikh al-Aislami Wa Adillatuhu. Wahabah az-Zahili. Jus 1. hal: 151
- 2. Ibid. hal: 159
- 3. Majmu’ Fatawa. Syaikh Islam Ibnu Taimiyah jus 22, hal 133
- 4. Al-Fikh al-Manhaji al Madzhab Imam as-Syafii. Darul al-Qolam Damisqi, jus 1, hal: 130
- 5. Al-Fikh Alal Madzhab al-Arba’ah. Jus 1
- 6. Jamiul ulum Wal Hikam. Jus 1. Hal 33. Dan al-Fikh al-Aislami Wa Adillatuhu. Wahabatu az-Zahili. Jus 3
- 7. Kitabul Idhoh Fimanasikil Hajji Wal Umroh, Imam Nawawi, hal 132
- 8. Sumber http://almanhaj.or.id/index.php?action=more&article_id=1249&bagian=0
- 9. Kitabul Majmu’ Syarh Muhadzab, Imam an-Nawawi, jus 7, hal 149. dan Kitabul Idhoh Fi manasikil Hajji Wal Umroh, Imam Nawawi, hal 132
- 10. jamiul ulum Wal Hikam. Jus 1. Hal 33
- 11. Fatwa lajnah daimah No 2444
- 12. Majmu’ Fatawa, Syaikh Muhammad bin Sholih al-Utsaimin, jus 12, hal 441
- 13. Fatawa al-Azhar, Bab al-Jahru Binniyah, jus 9, hal 66
- 14. Kitab imam 4 madzhab
Tips Sukses Menjadi Guru
Tips sukses dalam mengajar ala Gisele Glosser adalah:
1. Berpikir kritis dan usaha yang jujur lebih penting daripada jawaban yang benar. Cobalah untuk tidak mengerutkan kening ketika siswa memberikan jawaban yang salah atau keliru. Mengerutkan kening seringkali ditafsirkan sebagai bahasa isyarat penolakan yang dapat menghambat siswa untuk berpartisipasi dalam mengekspresikan pemikirannya.
2. Tidak ada pengajaran tanpa pengendalian. Lebih baik Anda bersusah payah pada hari-hari awal masuk sekolah untuk menemukan cara-cara terbaik dalam mengelola kelas dan mendisiplinkan siswa, daripada Anda harus melakukan perjuangan berat sepanjang semester karena Anda tidak berhasil menemukan cara yang paling efektif dalam pengelolaan kelas.
3. Kadang-kadang hal terbaik untuk dilakukan adalah berhenti berbicara. Jika terjadi kebisingan di kelas, Anda tidak perlu berteriak-teriak meminta para siswa agar berhenti gaduh. Cobalah Anda berdiri di depan kelas dengan tanpa mengeluarkan sepatah kata pun, kemudian tataplah mereka (khususnya siswa yang menjadi sumber keributan) dengan tetap tanpa menunjukkan ekspresi marah.
4. Cobalah lakukan kegiatan yang bervariasi dari waktu ke waktu. Dalam proses pembelajaran rutinitas dan terstruktur memang hal yang baik, tapi apabila hal ini terlalu banyak dilakukan dapat menyebabkan Anda dan kelas Anda jatuh terjerembab ke dalam suatu kebiasaan yang membosankan.
5. Mendorong siswa untuk bepartisipasi aktif. Berikan kesempatan kepada setiap siswa untuk tampil di depan kelas atau mempersilahkan mereka untuk bekerja dalam kelompok. Sedapat mungkin hindari pembelajaran yang berpusat pada guru untuk sepanjang tahun.
6. Cobalah untuk bersikap fleksibel. Misalnya, pada saat berlangsung proses pembelajaran di kelas, Anda punya aturan ketat terhadap siswa tentang permen karet. Tetapi mungkin Anda dapat memejamkan mata untuk hal ini ketika siswa sedang menghadapi ujian.
7. Cobalah uraikan secara jelas topik-topik apa yang akan diujikan. Anda tidak hanya cukup dengan mengatakan dan menyuruh siswa “Minggu depan ulangan, silahkan Pelajari Bab 6!”. Perintah dan penugasan semacam ini akan dirasakan membingungkan, terutama bagi para siswa yang kurang memiliki keterampilan belajar.
8. Meminta dukungan manajemen. Adalah penting untuk mendapatkan dukungan dari manajemen ketika Anda berhadapan dengan isu-isu sulit, terkait dengan proses pembelajaran yang Anda lakukan. Misalnya, meminta dukungan untuk mengadakan konferensi dengan para orang tua siswa yang mengalami kesulitan dalam belajar.
9. Berikan siswa kesempatan untuk mengikuti ujian. Jika seorang siswa selalu hadir dalam setiap pertemuan di kelas, namun karena satu dan lain hal dia tidak bisa hadir pada hari ujian, Anda seyogyanya dapat memberikan kesempatan kepadanya untuk mengikuti ujian susulan dan jangan membiarkannya lebih dari satu atau dua hari.
10. Gunakan teknik “Front Loading”. Para siswa cenderung lebih termotivasi untuk belajar pada awal masuk sekolah. Pada awal masuk sekolah, selain diajak meninjau kembali materi pada semester sebelumnya, secara garis besarnya siswa juga diajak untuk mengenal topik-topik yang hendak dipelajarinya selama satu semester ke depan
11. Ajarkan para siswa untuk memiliki keterampilan memecahkan masalah. Ketika siswa Anda memasuki dunia kerja atau terjun ke masyarakat, sudah pasti dia akan banyak berhadapan dengan berbagai masalah yang harus dia selesaikan dengan baik. Melalui pembelajaran yang Anda lakukan diharapkan para siswa akan terbiasa dan terampil dalam memecahkan aneka masalah yang dihadapinya..
12. Berikan penghargaan atas setiap hasil dan usaha belajar mereka. Penghargaan yang Anda berikan akan memberikan motivasi kepada para siswa untuk mengerjakan sesuatu lebih baik lagi
13. Lakukanlah yang terbaik dari diri Anda dan bersikap adillah kepada seluruh siswa, maka Anda akan mendapatkan rasa hormat dari mereka. Krisis kepercayaan kepada guru seringkali bersumber dari ketidaksanggupan untuk menampilkan yang terbaik kepada siswanya.
14. Motivator terbaik adalah menghubungkan pembelajaran dengan dunia nyata. Jangan lepaskan pembelajaran dari dunia nyata siswa, belajarkanlah mereka hal-hal yang berhubungan dan menyentuh langsung kehidupan mereka Misalkan guru Matematika ketika sedang membelajarkan tentang sistem metrik, mintalah kepada siswa membawa kertas karton kosong dan botol-botol dari dapur mereka, untuk dijadikan sebagai media pembelajaran.
15. Di sekolah-sekolah tertentu, adakalanya siswa dikelompokkan berdasarkan kemampuan (kelas unggulan). Hal ini membuat mereka lebih menonjol dibandingkan peserta lainnya. Di satu sisi, cara ini dapat memberikan kemudahan bagi guru untuk memberikan pelayanan pembelajaran secara homogen, namun di sisi lain juga dapat menimbulkan kecemburuan sosial.
10 Ciri Guru Profesional
10 Ciri Guru Profesional
1. Selalu punya energi untuk siswanya
Seorang guru yang baik menaruh perhatian pada siswa di setiap percakapan atau diskusi dengan mereka. Guru yang baik juga punya kemampuam mendengar dengan seksama.
2. Punya tujuan jelas untuk Pelajaran
Seorang guru yang baik menetapkan tujuan yang jelas untuk setiap pelajaran dan bekerja untuk memenuhi tujuan tertentu dalam setiap kelas.
3. Punya keterampilan mendisiplinkan yang efektif
Seorang guru yang baik memiliki keterampilan disiplin yang efektif sehingga bisa mempromosikan perubahan perilaku positif di dalam kelas.
4. Punya keterampilan manajemen kelas yang baik
Seorang guru yang baik memiliki keterampilan manajemen kelas yang baik dan dapat memastikan perilaku siswa yang baik, saat siswa belajar dan bekerja sama secara efektif, membiasakan menanamkan rasa hormat kepada seluruh komponen didalam kelas.
5. Bisa berkomunikasi dengan Baik Orang Tua
Seorang guru yang baik menjaga komunikasi terbuka dengan orang tua dan membuat mereka selalu update informasi tentang apa yang sedang terjadi di dalam kelas dalam hal kurikulum, disiplin, dan isu lainnya. Mereka membuat diri mereka selalu bersedia memenuhi panggilan telepon, rapat, email dan sekarang, twitter.
6. Punya harapan yang tinggi pada siswa nya
Seorang guru yang baik memiliki harapan yang tinggi dari siswa dan mendorong semua siswa dikelasnya untuk selalu bekerja dan mengerahkan potensi terbaik mereka.
7. Pengetahuan tentang Kurikulum
Seorang guru yang baik memiliki pengetahuan mendalam tentang kurikulum sekolah dan standar-standar lainnya. Mereka dengan sekuat tenaga memastikan pengajaran mereka memenuhi standar-standar itu.
8. Pengetahuan tentang subyek yang diajarkan
Hal ini mungkin sudah jelas, tetapi kadang-kadang diabaikan. Seorang guru yang baik memiliki pengetahuan yang luar biasa dan antusiasme untuk subyek yang mereka ajarkan. Mereka siap untuk menjawab pertanyaan dan menyimpan bahan menarik bagi para siswa, bahkan bekerja sama dengan bidang studi lain demi pembelajaran yang kolaboratif.
9. Selalu memberikan yang terbaik untuk Anak-anak dan proses Pengajaran
Seorang guru yang baik bergairah mengajar dan bekerja dengan anak-anak. Mereka gembira bisa mempengaruhi siswa dalam kehidupan mereka dan memahami dampak atau pengaruh yang mereka miliki dalam kehidupan siswanya, sekarang dan nanti ketika siswanya sudah beranjak dewasa.
10. Punya hubungan yang berkualitas dengan Siswa
Seorang guru yang baik mengembangkan hubungan yang kuat dan saling hormat menghormati dengan siswa dan membangun hubungan yang dapat dipercaya.
Kamis, 12 Januari 2012
Nasihat Bukan Pada Tempatnya
Orang yang menasihati penguasa ibarat bercanda dengan singa. Sebagian penasihat dan dai mendengar bahwa Al-Fudhail bin Iyadh menasihati Harun Ar-Rasyid dan Sufyan Ats-Tsaury menasihati Abu Ja’far al-Mansur. Maka mereka ingin melakukan apa yang dilakukan para salaf terhadap penguasa, mereka lupa bahwa para penguasa itu bukanlah seperti Abu Ja’far al-Mnsur dan Harun Ar-Rasyid. Semoga Allah merahmati orang-orang yang mengetahui kemampuan dirinya. Penguasa tidak menerima nasihat di depan orang-orang banyak, karena hal itu akan mematahkan kehormatannya, sedangkan dia tidak mungkin menyendiri dengannya. Kita mendengar bahwa orang yang ingin menasihati penguasa, maka dia harus memujinya dan memuliakannya terlebih dahulu, kemudian meyindir sedikit degan nasihat, maka kepahitan nasihat akan hilang dengan kemanisannya dan dia tidak pernah selamat dengan kematiannya. Di antara mereka ada yang berhubungan dengan dengan tujuan menasihatinya—dalam dugaannya—, dia mengakhirkan nasihat sampai ilmu dan persahabatan terjalin erat, kemudian dia menjadi salah satu petingginya, dan lupa dengan nasihat dan peringatan. Segala puji bagi Allah atas segala sesuatu, janganlah anda membebani diri, sesungguhnya menghilangkan mafsadah lebih utama dari membawa kemaslahatan. Ketahuilah bahwa penasihat masa kini, kurang keikhlasannya atau keilmuannya atau ilmunya atau hikmahnya atau pengetahuannya tentang tabiat penguasa, sehingga banyak dai terperosok ke dalam kesengsaraan. Janganlah sampai menipu, perkataan anda sebagai penasihat. Sesungguhnya mereka menasihati penguasa dan penguasa menerimanya. Ini disebabkan dia menggoyangkan kepalanya ketika mereka berbicara, maka mereka menduga bahwa dia menerima apa yang dikatakannya. Ketahuilah bahwa, para penguasa sebagian besar memiliki tipuan dan maker. Setelah menasihati, maka penasihat yang lugu menduga bahwa dia berhasil menarik pemikiran-pemikiran mereka dengan perkataannya. Ini adlah tipuan iblis. Tidaklah kita mendapati seorang alim yang bergabung dengan penguasa dan menjadi salah seorang petingginya, kecuali hilangnya cahaya ilmu, kewibawaan agam, dan kemuliaan wara’. Sejarah menjadi saksi akan hal itu. Wallahu A’lam…….
Daftar Pustaka
Dr. Aidh al-Qarni. 2008. Isy Kariman. Banguntapan Jogjakarta: DIVA Press
Kalian Sangat Mencintai Harta Benda
Dalam Buku yang ditulis oleh Dr Aidh al-Qarni beliau berkata , saya heran dengan sebagian manusia atas ketamakan mereka terhadap harta, ketergantungan mereka terhadapnya, dan kecenderungan mereka terhadapnya, dan kecenderungan mereka kepada pemiliknya, walaupun dia tidak memberikan hartanya kepada mereka. Mereka memuliaka orang-orang kaya, takjub dengan pembicaraan mereka, senang duduk bersama mereka, dan memuliakan mereka, bukan karena apa-apa kecuali karena mereka memiliki harta. Janganlah anda sampai tertipu oleh sebagian orang yang menghinakan diri disebabkan harta, sesungguhnya ini merupakan siasat orang yang lemah. Kita mendapati orang yang mencintai karena harta dan membenci karena hal itu juga. Bahkan, sebagian mereka dulunya adalah orang zuhud di antara manusia dalam masalah harta, kemudian tinggal bersama pemilik-pemilik harta disebabkan tamak terhadap harta mereka. Sebagian di antara mereka ada yang meninggalkan ibadah-ibadah sunnah dan berdiri dibelakang harta. Sebagian lagi meinggalkan ibadah dan wara’ untuk mendapatkan harta. Janganlah nada menduga bahwa rasa cinta manusia itu ikhlas karena Allah SWT. selamanya, bahkan sebagian besar mereka hanya mencintai untuk memperoleh manfaat yang diharapkannya. Apabila anda ingin mengetahui kedudukan harta disisi manusia, maka ujilah mereka ketika berutang atau meminta bantuan, maka mereka akan menyembunyikan tangannya darimu dan anda menjadi orang yang paling berat bagi mereka pada hari anda membutuhkan harta mereka itu, bahkan di antara mereka ada yang membencimu disebabkan anda menginginkan hartanya atau dia berprasangka buruk kepadamu bahwa anda akan meminta sesuatu dari hartanya. Jadi, kumpulkanlah hartamu dengan cara yang mubah dan jagalah hartamu kecuali dari hak-haknya, anda tidak akan pernah mendapatkan sesuatu setelah Allah SWT. seperti hartamu. Sampai orang-orang awam mengatakan: Hartamu adalah paman dan bibimu. Sedangkan saya (Dr. Aidh al-Qarni) berkata: bahkan harta itu bisa menjadi sesuatu yang lebih berharga dari paman dan bibi. Anda tidak akan mendapatkan bantuan paling cepat dari teman-teman, tidak juga paling cepat menjawab seruan dan paling bagus pertolongannya dari harta. Janganlah anda sampai tertipu dengan perkataan orang yang belum berpengalaman, sehingga hartamu akan lenyap dan kedua telapak tanganmu akan terbalik. ”Dan orang-orang yang apabila membelanjakan (harta), mereka tidak berlebihan, dan tidak (pula) kikir, dan adalah (pembelanjaan itu) di tengah-tengah antara yang demikian.” (Q.S Al-Furqan: 67)
Daftar Pustaka
Dr. Aidh Al-Qarni. 2008. Isy Kariman. Banguntapan Jogjakarta. DIVA Press
Pandangan Medis Tentang Air
Pandangan Medis Tentang Air
Dalam salah satu referensi tentang ilmu kesehatan Islam, disebutkan bahwa air memiliki suhu panas yang tidak ideal bagi bersarang dan berkembang biaknya kuman-kuman penyebab penyakit. Air juga tidak memiliki unsure-unsur yang membantu perkembang biakan penyakit, Sebaliknya air justru menghalangi perkembangannya, bahkan merusak dan membunuh kuman-kuman tersebut1.
Dalam air, terdapat unsur yang disebut Specific heat (Panas khusus) dan Laten Heat (Panas Tersembunyi). Unsur pertama membuat air dapat dibuat ukuran panas. Dalam temperature yang sama, air dapat menyalurkan panas 30 kali lebih besar dari pada merkuri (Air Raksa) dalam kuantitas yang sama (masing-masing ½ kg) dengan kenaikan temperature yang sama kurang lebih 1 0C. Sebaliknya, air dingin dapat menyerap panas dari tubuh sebanyak 30 kali lebih besar disbanding merkuri dalam temperatur dan kualitas yang sama. Oleh karena itu, air dingin sangat cepat mendinginkan kulit, mendinginkan otot, dan melancarkan peredaran darah.
Unsur kedua (Latent Heat atau panas tersembunyi) akan bertambah ketika air direbus. Walaupun air itu menjadi es, Latent Heat ini tetap ada di dalamnya. Sehingga, walaupun temperatur air itu tidak berubah, es itu tetap meleleh juga. Ini sangat menolong menurunkan temperatur atau suhu badan kalau dikompres dengan es. Karena dengan melelehnya es dan menguapnya air, itu akan menyerap panas dalam tubuh2.
Studi ilmiah mengungkapkan bahwa tetesan air yang jatuh di kepala dan wajah dapat meghilangkan rasa pusing dan kegelisahan jiwa. Karena itu, para dokter menyarankan agar orang yang terkena insomnia (sulit tidur) agar mandi dengan air hangat. Para ahli meyakini bahwa air memiliki kekuatan magis karena penagruhnya terhadap otot, syaraf dan suasana kejiwaan seseorang. Oleh karena itu, banyak orang yang senang bernyanyi ketika mandi karena pada saat itu, dia merasa santai, rileks, dan bahagia.
Seorang ahli, Izzenberg, melakukan penelitian ilmiah yang menghasilkan kesimpulan bahwa tetesan air yang jatuh ke wajah dan bagian tubuh lainnya sudah mencukupi dan tidak memerlukan alat lain untuk melancarkan sirkulasi darah dan memijit-mijit otot. Apa yang dikatakan Izzenberg ini bisa menjadi landasan kuat bahwa mandi maupun wudhu dengan air bersih dapat menghilangkan rasa marah, tersinggung, dan rasa gelisah yang menimpa seseorang3.
Hal ini menjadi pembenaran ilmiah bagi hadits yang memerintahkan wudhu ketika sedang dalam keadaan marah. Nabi SAW bersabda:
إن الغضب من الشيطان و إن الشيطان خلق من النار وإنما تطفأ النار بالماء فإذا غضب أحدكم فليتوضأ (رواه أبو داود)
“Sesungguhnya marah itu dari Syaitan. Dan sesungguhnya, ia tercipta dari Api. Dan api hanya bisa dipadamkan dengan air. Maka, jika kalian marah berwudhulah.” (H.R Abu Dawud No. 4786)
Dewasa ini, air juga dimanfaatkan untuk terapi pengobatan (Hidroterapi). Hal ini berangkat dari kenyataan bahw air sangat bermanfaat bagi kesehatan manusia, baik untuk tubuh bagian dalam maupun bagian luar. Miller (1953) menyebutkan bahwa senrtuhan air pada kulit memberikan rangsangan pada titik-titik refleksi dan akupuntur yang dapat menimbulkan efek layaknya pemijatan.
Oleh karena itu, dalam melakukan terapi air, dapat digunakan air panas maupun dingin, tergantung waktu dan kondisi tubuh. Untuk manusia normal, waktu pagi dan siang hari, melakukan hidroterapi denagn air dingin lebih memberikan manfaat. Sedang, untuk malam hari atau orang yang kurus, sebaiknya menggunakan air panas. Hidroterapi semacam ini bila dilakukan dua atau tiga kali sehari akan berfaedah untuk menjaga kesehatan tubuh kita4.
Diantara faedah yang mungkin diperoleh lagi adalah lancarnya aliran darah dalam tubuh manusia. Kelancaran aliran darah akan memperbaiki nafsu makan, mendatangkan perasaan bugar dan sehat, yang sangat berguna bagi tubuh kita untuk melawan penyakit. Wallahu A’lam…
Rabu, 11 Januari 2012
Mengapa Harus Air??
Mengapa Harus Air??
Apa alasan dipergunakannya air dalam ritual wudhu, mandi, dan menghilangkan najis? Mengapa syariat menempatkannya pada posisi pertama dalam ritual ini? Adakah rahasia dibalik air? Imam Haramain, al-Qadli dan al-Muzajjad menilai hal ini sebagai ajaran yang bersifat dogmatis (ta’abbud), al-Ghazali dan Ibnu Shalah berpendapat bahwa pemakaian air adalah bersifat rasional (Ma’qul al-ma’na) karena air memiliki sifat yang tidak dimiliki benda lain.
Air memiliki karakteristik yang tidak dimiliki oleh benda lain. Di antaranya, air adalah benda yang mengumpulkan segala macam sifat lembut dan lunak, sekaligus memiliki sifat tidak tersusun dari bagian atau komponen tertentu. Air juga tidak berwarna. Kalaupun berwarna, warna itu tidak berasal dari zatnya, melainkan berasal dari wadah atau campurannya. Ketika bersentuhan dengan lain, air tidak akan memberikan dampak buruk. Dalam penggunannya, tidak memunculkan sifat sombong bagi pemakai serta tidak berdampak menyinggung perasaan orang lain yang tidak mampu memakainya.
Pada umumnya, tidak dianggap menyia-nyiakan harta ketika dipakai kemudian dibuang. Ini berbeda dengan air (minyak) mawar, misalnya.1
Selain tidak memiliki warna, air juga tidak memiliki rasa dan bau. Di dalamnya terkandung rahasia kehidupan, dalam Q.S Al-Anbiya’: 30
óOs9urr& tt tûïÏ%©!$# (#ÿrãxÿx. ¨br& ÏNºuq»yJ¡¡9$# uÚöF{$#ur $tFtR%2 $Z)ø?u $yJßg»oYø)tFxÿsù ( $oYù=yèy_ur z`ÏB Ïä!$yJø9$# ¨@ä. >äóÓx« @cÓyr ( xsùr& tbqãZÏB÷sã ÇÌÉÈ
“Dan apakah orang-orang yang kafir tidak mengetahui bahwasanya langit dan bumi itu keduanya dahulu adalah suatu yang padu, Kemudian kami pisahkan antara keduanya. dan dari air kami jadikan segala sesuatu yang hidup. Maka mengapakah mereka tiada juga beriman?” (Q.S Al-Anbiya’: 30)
Keistimewaan lainnya, air juga merupakan satu-satunya unsure di bumi yang bisa didapati dalam tiga bentuk, yakni padat, cair, dan gas. Fungsinya tidak hanya sanggup membersihkan partikel kotoran, melainkan warna sekaligus baunya. Ketika membersihkan kotoran, setiap orang akan menempatkan air sebagai alternative pertama.
Meskipun sebagian ulama’ menyatakan bahwa pemilihan air sebagai alat bersuci mengandung alasan yang dapat dinalar, tetapi mereka tidak menemukan benda lain yang memiliki karakteristik yang sama. Akhirnya, kedua pendapat di atas menyepakati bahwa tidak ada benda lain yang dapat dianalogikan dengan air. Asy-Sya’rani2 menegaskan bahwa sebagian besar ulama’bersepakat bahwa bersuci tidak sah tanpa menggunakan air. Kotoran najis juga tidak hilang, kecuali dengan menggunakan air.
DAFTAR PUSTAKA
- As-Sayyid Abdurrahman bin Muhammad bin Husain bin Umar. 1994. Bughyah al-Mustarsyidin. Beirut: Darul Fikr. Hal 17.
- Abdul Wahab bin Ahmad bin Ali al-Hanafi, Abu Muhammad, as-Syadzili, As-Sya’rani (898-973 H/1493-1565 M)
Dalil-Dalil Tentang Kebersihan
Dalil-dalil Tentang Kebersihan
Dalam doktrin Islam, banyak sekali kita temukan ayat yang menjelaskan tentang kesucian dan kebersihan. Sebagian besar pesan kebersihan dalam ayat-ayat Qur’ani dikaitkan dengan shalat, taubat, dan perintah menjauhi kemaksiatan. Misalnya, dalam Firman Allah SWT:
يا أيها الذين أمنوا إذا قمتم إلى الصلاة فاغسلوا وجوهكم وأيديكم إلى المرافق وامسحوا برءوسكم وأرجلكم إلى الكعبين وإن كنتم جنبا فاطهروا (الماءدة: 6)
“Hai orang-orang yang beriman, bila kamu hendak mengerjakan shalat, maka basuhlah mukamu dan tanganmu sampai dengan siku, dan sapuhlah kepalamu dan (basuhlah) kakimu sampai dengan kedua mata kaki, dan jika kamu junub maka mandilah. (Q.S al-Maidah: 6).
Dalam satu ayat, yang menurut suatu riwayat merupakan ayat yang pertama kali turun, disebutkan perintah membersihkan pakaian.
يا أيها المدثر () قم فأنذر ( ) وربك فكبر ( ) وثيابك فطهر ( )
“Hai orang yang berselimut. Bangunlah, lalu berilah peringatan! Dan Tuhanmu Agungkanlah! Dan Pakaianmu bersihkanlah. (Q.S al-Mudatsir).
Ath-Thabari mengatakan bahwa maksud dari kalimat “Pakaianmu Bersihkanlah” adalah jangan kau gunakan pakaianmu dalam berbuat kemaksiatan dan penipuan. Berarti dalam hal ini, perintah membersihkan pakaian merupakan kinayah (kiasan) agar seseorang tidak berbuat dosa dan ingkar janji.
Fungsi dan hikmah diturunkannya air ke muka bumi adalah agar umat manusia mempergunakannya untuk bersuci. Dalam al-Qur’an dijelaskan:
إذ يغشيكم النعاس أمنة منه وينزل عليكم من السماء ماء ليطهركم به (الأنفال: 11)
“Dan Allah menurunkan kepadamu hujan dari langit untuk mensucikan kamu dari hujan itu.” (Q.S al-Anfaal: 11)
Kebersihan dan kesucian disebutkan berulang kali dalam AlQur’an. Ini membuktikan bahwa Allah sangat memperhatikan dan ingin mengukuhkan betapa pentingnya arti kebersihan bagi hamba-Nya. Rasulullah SAW menempatkan bersuci sebagian dari iman. Ini sesuai dengan hadits:
الطهور شطر الإيمان ( رواه مسلم )
“Kebersihan adalah sebagian dari (cabang) keimanan.” (H.R Muslim no: 223)
Yang dikehendaki dengan keimanan, menurut ath-Thaibi dalam hadits di atas adalah ‘cabang keimanan’. Dari jumlah cabang iman yang begitu banyak, bersuci adalah salah satunya. Pemahaman ath-Thaibi didasarkan pada sebuah hadits yang menaytakan “Keimanan itu berjumlah lebih dari tujuh puluh cabang”. Lebih jelasnya, at-Thaibi menuturkan, kebersihan lahir merupakan tanda akan kebersihan batin. Kondisi yang tampak (lahir) merupakan cerminan dari yang tidak tampak (batin). Jika membersihkan anggota lahir dapat mensucikan dari najis dan hadats, begitu pula kebersihan batin (dengan cara bertaubat) akan dapat menghantarkan pada kekuatan Iman kepada Allah. Karena alas an inilah, Allah merangkai taubat dengan kebersihan dalam Firman-Nya:
إن الله يحب التوابين ويحب المتطهرين (البقرة: 222)
“Sesungguhnya Allah menyukai orang-orang yang bertaubat dang menyukai orang-orang yang mensucikan diri.” (Q.S Al-Baqarah: 222)
Al-Ghazali memaparkan empat tingkatan dalam kebersihan. Yang pertama adalah kebersihan anggota lahir dari hadats dan kotoran-kotoran. Tingkat pertama ini adalah batas minimal yang harus dimiliki oleh setiap orang yang akan mengerjakan ibadah shalat. Tingkat kedua adalah kebersihan anggota tubuh dari dosa dan kejahatan. Ketiga, kebersihan hati dari akhlak tercela dan sifat-sifat yang dimurkai. Dan keempat, kebersihan sir (hati) dari selai Allah.
Keempatnya dianggap sama pentingnya dalam ajaran agama Islam. Namun demikian, dalam pandangan al-Ghazali dan para tasawwuf lainnya, tingkat keempat ini merupakan puncak dari berbagai tingkatan kebersihan yang ada di dalam Islam. Kebersihan hati sangatlah penting. Karena dengan hati yang bersih seseorang akan mudah tergerak untuk melakukan kebaikan. Oleh karena itu, kebersihan hati merupakan dasar segala perbuatan baik yang paling harus menjadi prioritas. Wallahu A’lam
Jumat, 06 Januari 2012
Kiat Berkomputer Untuk Anak
Sejak dini anak memang layak diperkenalkan dengan computer dan internet. Beragam ilmu pengetahuan baru dan hiburan bagi mereka ada di sana. Namun, setiap hal pasti memiliki dua dampak; dampak positif dan dampak negative. Meski memiliki beragam manfaat, internet dan computer juga memiliki sisi yang tidak baik.
Hal inilah yang harus diantisipasi agar tidak mempengaruhi cara pikir dan perkembangan si anak.
Anak selalu ingin tahu sesuatu, oleh karena itu saat berkomputer pun sebaiknya harus ditemani, terutama bagi balita atau anak-anak yang sudah duduk dibangku SD. Selain bisa mengajarkan kepada mereka hal-hal baru, juga bisa mengontrol dan member panduan mengenai apa yang sebaiknya dilakukan dan tidak dilakukan saat berkomputer.
Oleh karena itu, beberapa kiat yang dapat diterapkan saat anak sedang berkomputer adalah sebagai berikut:
- Selalu luangkan waktu untuk menemani anak saat menggunakan computer, dengan demikian bisa memberikan penjelasan tambahan terhadap informasi dan hal-hal baru yang ditemukannya dalam computer ataupun internet.
- Berikan kesempatan pada anak untuk belajar dan berinteraksi dengan computer dini. Terangkan pada anak mana yang boleh dilakukannya saat menggunakan computer dan berinternet.
- Perhatikan keamanan anak saat menggunakan computer dari bahaya listrik, jangan sampai terjadi konsleting atau kemungkinan kesetrum saat menyentuh bagian tertentu pada CPU.
- Selalu ingatkan kepada anak anda untuk berlaku sehat dalam menggunakan computer dengan cara selalu menjaga jarak mata dengan layar monitor minimal 40 cm, usahakan posisi duduk anak dan layar monitor lurus, dan gunakan pencahayaan monitor yang cukup dan tidak terlalu redup.
- Tentukan lama waktu untuk anak dalam berinternet ataupun menggunakan computer, cukup 1-2 jam.
- Jika anak suka bermain game, maka pilihkan game yang sesuai dengan umur si anak.
- Ajarkan anak untuk menjadikan computer dan internet sebagai alat bantu dalam menyelesaikan tugas-tugas sekolahnya.
Parental Control win7 dan Vista
Dalam postingan sebelumnya, sudah dibahas tentang pengertian salah satu Tool di Microsoft windows 7 dan vista yang sangat bermanfaat dalam mendidik anak dengan perkembangan teknologi yang sangat pesat. Nah kali ini saya akan memposting “bagaimanakah kiat-kiat/cara mengawasi anak ketika berselancar di internet”. Caranya adalah sebagai berikut:
1. Mengoptimalkan Fitur Pengaman Berkomputer di Windows
Jika menggunakan computer atau laptop dengan system operasi Windows Vista atau Windows 7 tidak perlu lagi menambah aplikasi Parental Control dengan fungsi dasar ke dalam system. Manfaatkan saja fasilitas parental control yang sudah tersedia di system tersebut.
Parental Control dapat mengatur kapan saja anak dapat menggunakan komputer. Durasi aktifitas berkomputer anak juga dapat dibatasi dengan fasilitas ini. Tentu saja ini dapat menjadi salah satu solusi bagi orang tua yang tidak bisa selalu memantau kegiatan anaknya dalam berkomputer dan browsing Internet.
Untuk mengkonfigurasi Parental Control, memerlukan User Account berstatus “Administrator”. User Account ini dapat dibuat di Control Panel. Parental Control hanya dapat diterapkan pada user account standard dan dapat digunakan jika akun berstatus administrator.
Fungsi fitur Parental Control bawaan Windows memang masih sebatas untuk mengontrol penggunaan computer dan aplikasi-aplikasi yang tertanam di system computer tersebut, belum untuk mencegah anak browsing ke situs-situs web yang berbahaya.
Cara mengaktifkan Parental Control adalah sebagai berikut:
1) Untuk mengaktifkan fungsi Parental Control di Windows Vista dan 7, klik [Control Panel] > [User Accounts and Family Safety] > [Set up Parental Control for Any User].
2) Orang tua harus memiliki User Account berstatus Administrator. Lalu buat User Account baru untuk anak dengan mengeklik [Create a New User Account]. Pilih status “standar user” untuk account anak.
3) Buka akun baru tersebut. Pada menu “Parental Control”, klik opsi [Parental Controls: On, enforce current settings]. Lalu parental control akan aktif. Opsi-opsi yang ada di Windows Settings akan muncul.
4) Pengaturan setting di Windows Settings ada tiga jenis, yaitu “Time Limits” (Durasi Penggunaan Komputer), “Game” (Pengaturan Aplikasi Game), “Allow and Block Specific Program” (Pengaturan untuk mengaktifkan Program). Diawal, semua opsi pengaturan tersebut akan berstatus tidak aktif.
Untuk mengatur Durasi Penggunaan Komputer adalah sebagai berikut:
a) Misalnya, ingin mengatur jadwal penggunaan computer anak pada hari sabtu dan minggu, dengan durasi waktu dari pukul Sembilan pagi hingga jam satu siang. Untuk mengesetnya, klik dulu [Time Limits].
b) Di jendela “Time Restriction”, seleksi semua hari dan jam, kecuali kotak pada pukul 9, 10, 11, 12, (AM), dan 1 (PM) pada baris hari “Saturday dan Sunday”. Kotak berwarna putih adalah waktu dimana anak menjalankan komputer, dan yang berwarna biru adalah waktu dilarang bermain komputer.
c) Untuk mengaktifkan, klik Ok. Sekarang, menu “Current setting” pada bagian “ tim limits” sudah berstatus [On].
Untuk menagtur Game langkah-langkahnya adalah sebagai berikut:
a) Untuk mengatur game apa saja yang boleh dimainkan oleh si anak, klik [Games].
b) Klik opsi [Yes] atau [No] pada menu “Can <nama user> Play Games?”. Pilih [Yes] jika dibolehkan.
c) Selain itu, bisa juga mencegah anak untuk memainkan sejumlah game yang terinstall dengan menentukan judul game yang dilarang dimainkan, yaitu dengan klik opsi “Block (or allow) any game on your computer by name”. kemudian klik [Block or Allow specific games], klik [Always Block] pada beberapa judul game yang tidak boleh untuk dimainkan.
Untuk mengatur dan mengontrol aplikasi yang boleh ataupun yang tidak boleh dijalankan oleh anak, adalah sebagai berikut:
a) Klik [Allow and Block Specifik Programs] untuk mengontrol program yang dapat dijalankan oleh anak.
b) Untuk membatasi program yang dapat dijalankan anak, klik opsi [<ame user> can only use the programs I allow], kemudian centangi nama-nama program yang ada di dalam table yang dapat/boleh digunakan oleh anak.
2. Memilihkan Situs-situs Web yang Sesuai
Jika anak-anak mulai doyan browsing internet, entah itu untuk keperluan mencari bahan untuk tugas disekolah atau hanya sekedar mencari dan memainkan onlen game kegemarannya aplikasi parental kontrol bar merupakan aplikasi kecil yang akan menenmpel pada web broser.
Fungsi utamanya adalah membatasi akses browsing anak agar tidak mengunjungi situs yang tidak sesuai dan layak untuk konsumsi anak. Parental Control Bar berjenis Freeware, ukuran filenya 4,74 MB, bisa di download melalui situs web: www.parentalcntrolbar.org.
Cara mendownload dan membatasi akses browsing anak adalah sebagai berikut:
1) Kunjungi situs www.parentalcontrolbar.org. klik tombol [Click Here to Download].
2) Untuk mendownload File Installer Control Bar tersebut, klik [Download Now].
3) Klik [Save File], setelah selesai klik dobel file parentalcontrolsetup.exe. klik [OK] untuk menjalankan file tersebut.
4) Klik [I Agree] untuk melanjutkan proses instalasi.
5) Ketik password yang diinginkan untuk aplikasi parental control bar, kemudian klik [Next].
6) Masukkan alamat e-mail untuk membantu jika lupa dengan password, kemudian klik [Next].
7) Klik [Change Parental Settings] untuk mengatur berbagai stelan yang ada agar kinerja aplikasi dapat sesuai dengan yang diharapkan, kemudian masukkan password lalu klik [OK].
8) Masukkan situs-situs yang cocok bagi anak-anak pada tab [Allowed Site list], caranya, ketik alamat situs pada boks yang ada, lalu klik tombol [Allow].
9) Pada tab [Blocked Site List] masukkan situs-situs local yang tidak layak untuk dikunjungi oleh anak-anak, lalu klik tombol [Block]
10) Pada tab [Basic site filters], atur situs-situs web mana saja yang ingin di blokir. Pada opsi Block Unlabeled Content pilih [Allow], kemudian klik [OK].
11) Aktifkan mode anak sebelum anak-anak menggunakan internet, klik menu [Parental Control Bar] > [Turn ON Child-Mode] kemudian klik [OK].
12) Untuk melihat catatan situs apa saja yang telah dikunjungi anak-anak, klik [kidTracker] kemudian masukkan password dan klik [OK].
3. Mengontrol Durasi Pemakaian Internet
Bagi orang tua yang sering tidak sempat menemani anak-anaknya untuk berselancar di Internet, aplikasi K9 Web Protection yang berjenis Freeware dengan ukuran file 621 KB, berfungsi untuk memblok akses ke situs-situs terlarang yang bisa mengatur kapan saja waktu yang pas untuk anak browsing di Internet, selain itu juga bisa memantau situs-situs web apa saja yang selama ini dikunjungi anak-anak selama berinternet.
Cara mendownload dan mengontrol durasi pemakaian internet adalah sebagai berikut:
1) Kunjungi situs www.k9webprotection.com. Klik menu [free Download] > [Download K9 Today for free] untuk mendownload aplikasi web protection.
2) Lengkapi data permintaan lisensi, kemudian klik [Request License].
3) Cek e-mail untuk mendapatkan informasi kode lisensi gratis dan alamat untuk mendownload K9 Web Protection. Klik link [Download K9 Web Protection].
4) Klik tombol [Download K9 for Windows 2000/XP/Vista] kemudian klik [Save File] untuk mulai mendownload.
5) Jika proses download selesai, klik dobel file tersebut bisa melalui Windows Explorer atau jendela Download Firefox untuk menjalankan proses instalasi.
6) Proses instalasi akan dipandu oleh sebuah jendela K9 Web Protection Setup Wizard. Klik [Next].
7) Klik tombol [I Agree] baca informasi yang menjelaskan sekilas tentang aplikasi K9 Web Protrection. Selanjutnya klik [Next].
8) Tentukan di folder mana untuk menginstal dan menyimpan aplikasi tersebut, kemudian Klik [Next].
9) Masukkan kode lisensi yang didapat di e-mail ke boks isian license, kemudian klik [Next] dan masukkan password.
10) Beri tanda centang pada [Place Shorcut on Desktop] dan [place Shorcut on Quick Launch Toolbar] jika ingin menambahkan icon di desktop dan Quick Launch. Klik [Install].
11) Klik tombol [Next]. Klik opsi [Reboot Now] untuk merestart computer, kemudian klik finish.
12) Untuk menjalankan aplikasi, klik menu [Start] > [All Program] > [Blue Coat K9 Web Protection] > [Blue Coat Web Protection Admin].
13) Klik menu [Setup] masukkan password Kemudian klik [OK].
14) Pada menu [web catagories to block], bisa memilih tingkatan kategori situs web yang akan di blok, mulai dari tipe Monitor, yang tidak memblok sama sekali, hanya mencatat semua situs yang dikunjungi, hingga High yang melakukan blocking dengan ketat. Klik [Save].
15) Pada menu [Time Restrictions], bisa menentukan kapan saja anak-anak boleh mengakses internet.
16) Klik menu [Web Site Exceptions]. Lewat menu ini bisa menambah situs-situs yang secara otomatis akan diblok. Tinggal masukan alamat situs kedalam boks isian dibawah Always Block. Kemudian klik [Add to List].
17) Klik tombol [save] untuk menyimpan daftar situs yang telah dimasukan. Lewat menu [Blocking Effects], bisa mengatur efek yang akan diaktifkan ketika K9 Web protections memblok situs .
18) Klik menu [URL Keywords]. Pada menu ini, bisa mengatur kata kunci apa yang dilarang digunakan oleh anak-anak. Masukan kata kunci pada boks isian yang ada, lalu klik [Add to list]. Kemudian klik [save].
19) Pada menu [Advanced], bisa mengeklik [Force Safe Search] untuk memaksa penggunanya menggunakan situs pencari yang tidak didukung aplikasi ini, dan [Block Unsafe Search] untuk memblok akses ke situs-situs pencari lainnya.
20) Pada menu [Password/Email], bisa mengganti referensi password dan alamat e-mail. Untuk menu [k9 Update], bisa mengecek ketersediaan update aplikasi K9 Web Protection.
21) Untuk melihat log atau rekaman aktifitas internet, klik menu [View Internet Activity]. Lewat menu ini bisa mengetahui situs sektor apa saja yang kerap dikunjungi oleh anak-anak. Kemudian bisa mengklik [View Activity Detail].
22) Untuk melihat alamat halaman situs web secara lengkap dengan keterangan jam aksesnya. Untuk melihat secara keseluruhan bisa men-scrool tabel yang ada. Untuk keluar dari halaman klik menu [Logout].
23) Kemudian bisa mencoba akses situs Google.co.id, lalu cobalah mengetes dengan memasukkan kata kunci terlarang. Begitu menekan [Enter], yang keluar dihalaman web bukanlah hasil pencarian, tetapi halaman K9 Web Protection Alert.
24) Apabila ingin mengaksesnya coba tentukan waktu panjang sesi, lalu klik menu [Allow Acces]. Masukan password ke boks isian yang ada lalu klik [Ok]. Kemudian bisa klik menu [Change Your Settings], lalu menkoreksi jam-jam mana saja yang ingin diblokir akses browsing-nya. Kemudian klik [Save].
Bersuci
Islam adalah agama yang sangat peduli terhadap masalah kebersihan. ini dibuktikan dengan diwajibkannya membersihkan diri sebelum melaksanakan ibadah shalat. dalam hampir semua buku-buku tentang fiqh karangan ulama abad pertengahan, pembahasan senantiasa diawali dengan masalah kebersihan atau sering kita kenal dengan istilah Thaharah.
Di sini, kebersihan yang sebenarnya tidak memiliki nilai ibadah, akan tetapi jika ditarik dalam wilayah Ubudiyah (Ibadah) maka praktek kebersihan tidak terpisahkan dari praktik keagamaan itu sendiri. walaupun pada awalnya kebersihan diproyeksikan untuk mendukung keabsahan shalat, banyak hadirs Nabi yang telah memperluas pemaknaan dari kebersihan. Bukan hanya dalam ranah ibadah saja, namun juga dalam konteks menjaga kebersihan dalam aktifitas sehari-hari dan kebersihan untuk menjaga ketertiban sosial.
Dengan dilandasi dalil-dalil teologis-keagamaan, Islam telah memproklamasikan diri sebagai agama yang menjadikan aktifitas menjaga kebersihan sebagai salah satu ajaran resminya. Pada akhirnya, hal ini menjadi bukti atas fakta bahwa dalam sejarah panjang umat manusia, islam adalah satu-satunya agama yang memilki perhatian besar terhadap kebersihan, diawali dengan menjadikan masalah kebersihan sebagai pondasi bagi tiangnya.
Setelah Islam berusaha menggaet praktek membersihkan diri ke dalam ranah privat (manajat li ar-rabb) lalu untuk apa Allah begitu memperhatikan aspek kebersihan ini? Adakah rahasia dibalik itu?
Selasa, 03 Januari 2012
Posisi Duduk Ketika Tasyahud Awal dan Akhir
Namun saat ini, yang terjadi di kalangan ummat muslim sering kita melihat beberapa perbedaan dalam tata cara pelaksanaan shalat, terutama dalam posisi duduk ketika tasyahud awal dan tasyahud akhir. Contohnya, ketika melaksanakan shalat subuh atau shalat sunnah yang hanya berjumlah dua rakaat, sering kita melihat perbedaan, ada yang duduk iftirasy (meletakkan pantat di atas telapak kaki kiri) ketika tasyahud akhir, ada juga yang duduk tawarruk (menyilangkan kaki kiri sehingga telapak kaki kiri berada dibawah betis kaki kanan) ketika tasyahud akhir.
Tetapi juga sering muncul pertanyaan, bagaimanakah posisi duduk bagi makmum yang masbuq? Apakah tetap mengikuti posisi Imam ketika itu, atau tetap duduk sebagaimana mestinya, artinya ketika Imam duduk tasyahud akhir menggunakan tawarruk, sedangkan makmum duduk biasa (Iftirasy) karena makmum belum tasyahud akhir, karena masih akan menyempurnakan shalatnya.
Oleh karena itu sesuai dengan beberapa permasalahan di atas, maka ada beberapa pendapat ulama’ terutama ulama’ empat madzhab, yaitu:
- Penadapat Imam Hanafi dengan yang sepaham
Mereka mengatakan bahwa duduk dalam shalat adalah mutlak iftirasy, baik ketika duduk di antara dua sujud, tasyahud awal maupun tasyahud akhir. Mereka mengutip dari Hadits ‘Aisyah r.a yang diriwayatkan oleh Imam Muslim ”Beliau Rasulullah mengucapkan tahiyyat pada setiap dua rekaat/rekaat kedua, saat itu beliau hamparkan kaki kirinya dan menegakkan kaki kanannya.” (Shahih Muslim no. 498).
- Pendapat Imam Malik dan yang sepaham
Mereka berpendapat bahwa duduk dalam shalat adalah tawarruk, baik itu ketika duduk di antara dua sujud, tasyahud awal maupun tasyahud akhir. Mereka mengutip dari Hadits Abdullah Ibnu Umar r.a yang diriwayatkan oleh Imam Bukhari ”Bahwasanya sunnah shalat (ketika duduk) adalah engkau tegakkan telapak kaki kananmu dan melipat yang kiri!” (Shahih al-Bukhari no.793, bersama Fatul Bari).
- Pendapat Imam Ahmad dan yang sepaham
Mereka berpandangan bahwa shalat yang memiliki satu tasyahud dengan yang memiliki dua tasyahud cara duduknya berbeda. Shalat yang memiliki satu tasyahud, duduk akhirnya sama dengan cara duduk di antara dua sujud, yakni iftirasy. Sementara bila shalatnya memiliki dua tasyahud, maka tasyahud awal dengan cara iftirasy, sedangkan yang kedua dengan cara tawaruk. Ini merupakan pendapat yang masyur dari Imam Ahmad.
- Pendapat Imam Syafi’I dan yang sepaham
Mereka berpandangan bahwa duduk yang bukan duduk tasyahud akhir adalah iftirasy, sedangkan duduk yang dilakukan pada tasyahud akhir dengan tawaruk. Tidak dibedakan antara shalat yang memiliki dua tasyahud ataupun satu tasyahud.
Imam Syafi’I dan Imam Ahmad sebenarnya mereka membangun pendapatnya atas dasar dalil yang sama, namun mereka berbeda pendapat dalam menyikapi duduk akhir antara shalat yang memiliki satu tasyahud dengan shalat yang memiliki dua tasyahud.
Ibnu Rusyd menggambarkan pandangan Imam Syafi’I, bahwa untuk tasyahud awal, mereka mengambil pendapat Hambali sedangkan untuk tasyahud akhir, mereka mengambil pendapat dari Maliki (Bidayatul Mujtahid, 261).
Sedangkan untuk posisi duduk makmum yang masbuq, Imam Ahmad bin Hambal dalam Masail Ibnu Hany, hal 79, al-Mughni 21/218 dan Majmu’3/430 mengatakan bahwa ketika makmum masbuk pada shalat dua raka’at maka duduknya tiada lain kecuali duduk iftirasy, sedangkan makmum yang masbuk dalam shalat yang lebih dari dua rakaat dan mendapati Imam sudah duduk tasyahud akhir, maka posisi makmum yang masbuk tidak lepas dari dua keadaan, yaitu: (1) Ia masbuk dua rakaat atau lebih, (2) Ia masbuk satu rakaat. Lanjut Imam Ahmad mengatakan bahwa jika makmum masbuk dua rakaat atau lebih maka duduknya adalah dengan iftirasy, sedamgkan makmum yang masbuk satu rakaat, maka duduknya adalah duduk tawarruk sama dengan duduknya Imam ketika tasyahud akhir. (www.an-nashihah. com)
Sebelum menyimpulkan beberapa pendapat ulama’ di atas, maka perlu diketahui apakah permasalahan ini termasuk dalam kategori ibadah ataukah muamalah, Shalat adalah termasuk ibadah sebab shalat merupakan hubungan langsung antara seorang hamba dengan Sang Khalik, oleh sebab itu maka digunakan kaidah fiqh yaitu:
الأصل فى العبادة البطلان إلا دل الدليل على خلافه
Artinya: “Pada asalnya, setiap ibadah itu hukumnya haram (bathal) kecuali ada dalil yang menyelisihinya (memerintahkannya)”
Artinya, ketika tidak ada dalil yang memerintahkan untuk melakukan sesuatu peribadatan tersebut, maka hukum melaksanakan ibadah tersebut adalah haram, sekarang kita kembali melihat permasalahan yang terjadi, perbedaan pendapat para ulama’ hanya mengenai tata cara pelaksanaannya yaitu posisi duduk ketika shalat dua rakaat dan posisi duduk makmum yang masbuk. Tidak ada perbedaan dalam hukum melaksanakan shalat, artinya perbedaan ini hanya permasalahan khilafiyah(perbedaan dalam memahami maksud dari suatu dalil) mengenai posisi duduk saat tasyahud, baik tasyahud awal ataupun tasyahud akhir dan semuanya memiliki dalil yang kuat dan shahih, hanya beberapa dalil yang divonis sebagai hadits hasan disebabkan sanadnya, akan tetapi hadits hasan tersebut kemudian mendapat penguatan dari hadits yang shahih.
Oleh sebab itu, penulis menyimpulkan bahwa boleh untuk mengamalkan salah satu dari pendapat para ulama’ dan kembali pada diri kita masing-masing, artinya silahkan pilih dari salah satu pendapat ulama’ yang menurut keyakinan masing-masing bahwa pendapat itulah yang paling benar. Akan tetapi kita tidak boleh mengatakan (meyakini) bahwa apabila tidak duduk seperti yang dikatakan oleh imam tertentu maka shalat kita bathal, contohnya: Si A meyakini bahwa pendapat Imam Ahmad adalah yang paling benar, kemudian dia meyakini bahwa jika tidak melakukan posisi duduk seperti yang dikatakan oleh Imam Ahmad maka shalatnya bathal, hal semacam ini justru tidak dibenarkan dalam agama Islam sebab dalam hadits Nabi Muhammad SAW tidak dijelaskan secara rinci posisi duduk ketika shalat dua rakaat apakah iftirasy atau tawarruk yang ada hanya Nabi pernah melakukan duduk iftirasy dan tawarruk.