Rabu, 11 Januari 2012

Mengapa Harus Air??

Postingan kali ini masih berkaitan dengan postingan sebelumnya, yaitu tentang bersuci. Selamat membaca semoga bermanfaat bagi anda yang membacanya.

Mengapa Harus Air??

Apa alasan dipergunakannya air dalam ritual wudhu, mandi, dan menghilangkan najis? Mengapa syariat menempatkannya pada posisi pertama dalam ritual ini? Adakah rahasia dibalik air? Imam Haramain, al-Qadli dan al-Muzajjad menilai hal ini sebagai ajaran yang bersifat dogmatis (ta’abbud), al-Ghazali dan Ibnu Shalah berpendapat bahwa pemakaian air adalah bersifat rasional (Ma’qul al-ma’na) karena air memiliki sifat yang tidak dimiliki benda lain.

Air memiliki karakteristik yang tidak dimiliki oleh benda lain. Di antaranya, air adalah benda yang mengumpulkan segala macam sifat lembut dan lunak, sekaligus memiliki sifat tidak tersusun dari bagian atau komponen tertentu. Air juga tidak berwarna. Kalaupun berwarna, warna itu tidak berasal dari zatnya, melainkan berasal dari wadah atau campurannya. Ketika bersentuhan dengan lain, air tidak akan memberikan dampak buruk. Dalam penggunannya, tidak memunculkan sifat sombong bagi pemakai serta tidak berdampak menyinggung perasaan orang lain yang tidak mampu memakainya.

Pada umumnya, tidak dianggap menyia-nyiakan harta ketika dipakai kemudian dibuang. Ini berbeda dengan air (minyak) mawar, misalnya.1

Selain tidak memiliki warna, air juga tidak memiliki rasa dan bau. Di dalamnya terkandung rahasia kehidupan, dalam Q.S Al-Anbiya’: 30

óOs9urr& ttƒ tûïÏ%©!$# (#ÿrãxÿx. ¨br& ÏNºuq»yJ¡¡9$# uÚö‘F{$#ur $tFtR%Ÿ2 $Z)ø?u‘ $yJßg»oYø)tFxÿsù ( $oYù=yèy_ur z`ÏB Ïä!$yJø9$# ¨@ä. >äóÓx« @cÓyr ( Ÿxsùr& tbqãZÏB÷sムÇÌÉÈ


“Dan apakah orang-orang yang kafir tidak mengetahui bahwasanya langit dan bumi itu keduanya dahulu adalah suatu yang padu, Kemudian kami pisahkan antara keduanya. dan dari air kami jadikan segala sesuatu yang hidup. Maka mengapakah mereka tiada juga beriman?” (Q.S Al-Anbiya’: 30)

Keistimewaan lainnya, air juga merupakan satu-satunya unsure di bumi yang bisa didapati dalam tiga bentuk, yakni padat, cair, dan gas. Fungsinya tidak hanya sanggup membersihkan partikel kotoran, melainkan warna sekaligus baunya. Ketika membersihkan kotoran, setiap orang akan menempatkan air sebagai alternative pertama.

Meskipun sebagian ulama’ menyatakan bahwa pemilihan air sebagai alat bersuci mengandung alasan yang dapat dinalar, tetapi mereka tidak menemukan benda lain yang memiliki karakteristik yang sama. Akhirnya, kedua pendapat di atas menyepakati bahwa tidak ada benda lain yang dapat dianalogikan dengan air. Asy-Sya’rani2 menegaskan bahwa sebagian besar ulama’bersepakat bahwa bersuci  tidak sah tanpa menggunakan air. Kotoran najis juga tidak hilang, kecuali dengan menggunakan air.

 

DAFTAR PUSTAKA

  1. As-Sayyid Abdurrahman bin Muhammad bin Husain bin Umar. 1994. Bughyah al-Mustarsyidin. Beirut: Darul Fikr. Hal 17.

  2. Abdul Wahab bin Ahmad bin Ali al-Hanafi, Abu Muhammad, as-Syadzili, As-Sya’rani (898-973 H/1493-1565 M)


 

 

 

1 komentar:

  1. [...] Postingan sebelumnya telah dijelaskan beberapa alasan kenapa harus menggunakan air, pada postingan kali ini, akan dijelaskan bagaimana sih pandangan medis tentang air,,,,,selamat membaca, semoga bermanfaat bagi anda yang membacanya….. [...]

    BalasHapus