Kamis, 12 Januari 2012

Pandangan Medis Tentang Air

Postingan sebelumnya telah dijelaskan beberapa alasan kenapa harus menggunakan air, pada postingan kali ini, akan dijelaskan bagaimana sih pandangan medis tentang air,,,,,selamat membaca, semoga bermanfaat bagi anda yang membacanya…..

Pandangan Medis Tentang Air

Dalam salah satu referensi tentang ilmu kesehatan Islam, disebutkan bahwa air memiliki suhu panas yang tidak ideal bagi bersarang dan berkembang biaknya kuman-kuman penyebab penyakit. Air juga tidak memiliki unsure-unsur yang membantu perkembang biakan penyakit, Sebaliknya air justru menghalangi perkembangannya, bahkan merusak dan membunuh kuman-kuman tersebut1.

Dalam air, terdapat unsur yang disebut Specific heat (Panas khusus) dan Laten Heat (Panas Tersembunyi). Unsur pertama membuat air dapat dibuat ukuran panas. Dalam temperature yang sama, air dapat menyalurkan panas 30 kali lebih besar dari pada merkuri (Air Raksa) dalam kuantitas yang sama (masing-masing ½ kg) dengan kenaikan temperature yang sama kurang lebih 1 0C. Sebaliknya, air dingin dapat menyerap panas dari tubuh sebanyak 30 kali lebih besar disbanding merkuri dalam temperatur dan kualitas yang sama. Oleh karena itu, air dingin sangat cepat mendinginkan kulit, mendinginkan otot, dan melancarkan peredaran darah.

Unsur kedua (Latent Heat atau panas tersembunyi) akan bertambah ketika air direbus. Walaupun air itu menjadi es, Latent Heat ini tetap ada di dalamnya. Sehingga, walaupun temperatur air itu tidak berubah, es itu tetap meleleh juga. Ini sangat menolong menurunkan temperatur atau suhu badan kalau dikompres dengan es. Karena dengan melelehnya es dan menguapnya air, itu akan menyerap panas dalam tubuh2.

Studi ilmiah mengungkapkan bahwa tetesan air yang jatuh di kepala dan wajah dapat meghilangkan rasa pusing dan kegelisahan jiwa. Karena itu, para dokter menyarankan agar orang yang terkena insomnia (sulit tidur) agar mandi dengan air hangat. Para ahli meyakini bahwa air memiliki kekuatan magis karena penagruhnya terhadap otot, syaraf dan suasana kejiwaan seseorang. Oleh karena itu, banyak orang yang senang bernyanyi ketika mandi karena pada saat itu, dia merasa santai, rileks, dan bahagia.

Seorang ahli, Izzenberg, melakukan penelitian ilmiah yang menghasilkan kesimpulan bahwa tetesan air yang jatuh ke wajah dan bagian tubuh lainnya sudah mencukupi dan tidak memerlukan alat lain untuk melancarkan sirkulasi darah dan memijit-mijit otot. Apa yang dikatakan Izzenberg ini bisa menjadi landasan kuat bahwa mandi maupun wudhu dengan air bersih dapat menghilangkan rasa marah, tersinggung, dan rasa gelisah yang menimpa seseorang3.

Hal ini menjadi pembenaran ilmiah bagi hadits yang memerintahkan wudhu ketika sedang dalam keadaan marah. Nabi SAW bersabda:

إن الغضب من الشيطان و إن الشيطان خلق من النار وإنما تطفأ النار بالماء فإذا غضب أحدكم فليتوضأ (رواه أبو داود)


“Sesungguhnya marah itu dari Syaitan. Dan sesungguhnya, ia tercipta dari Api. Dan api hanya bisa dipadamkan dengan air. Maka, jika kalian marah berwudhulah.” (H.R Abu Dawud No. 4786)

Dewasa ini, air juga dimanfaatkan untuk terapi pengobatan (Hidroterapi). Hal ini berangkat dari kenyataan bahw air sangat bermanfaat bagi kesehatan manusia, baik untuk tubuh bagian dalam maupun bagian luar. Miller (1953) menyebutkan bahwa senrtuhan air pada kulit memberikan rangsangan pada titik-titik refleksi dan akupuntur yang dapat menimbulkan efek layaknya pemijatan.

Oleh karena itu, dalam melakukan terapi air, dapat digunakan air panas maupun dingin, tergantung waktu dan kondisi tubuh. Untuk manusia normal, waktu pagi dan siang hari, melakukan hidroterapi denagn air dingin lebih memberikan manfaat. Sedang, untuk malam hari atau orang yang kurus, sebaiknya menggunakan air panas. Hidroterapi semacam ini bila dilakukan dua atau tiga kali sehari akan berfaedah untuk menjaga kesehatan tubuh kita4.

Diantara faedah yang mungkin diperoleh lagi adalah lancarnya aliran darah dalam tubuh manusia. Kelancaran aliran darah akan memperbaiki nafsu makan, mendatangkan perasaan bugar dan sehat, yang sangat berguna bagi tubuh kita untuk melawan penyakit. Wallahu A’lam…

Tidak ada komentar:

Posting Komentar